Rabu, 11 Desember 2013

induksi magnetik



الرَّحِيمِ الرَّحْمَنِ اللَّهِ بِسْمِ

 
LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA
MEDAN MAGNET DI SEKITAR KAWAT PENGHANTAR BERARUS LISTRIK
DI
S
U
S
U
N
OLEH
KELOMPOK 5
XII.IA.LC
1.    ADHE PUSPITA MEISYA
2.    ANDI ADRINA AMANDA
3.    SAHRI WAHYUNI
4.    A.NURUL MU’AWYAH
5.    MARNA
6.    NUR RAHMA
7.    ASRIANI


الرَّحِيمِ الرَّحْمَنِ اللَّهِ بِسْمِ
KATA  PENGANTAR
          Puji syukur kita panjatkan atas kehadiran Tuhan YME yang telah memberikan segala
rahmat serta hidayah-Nya kepada kita sehingga dapat menyelesaikan tugas membuat laporan FISIKA dengan judul “ medan magnet di sekitar kawat penghantarberarus listrik ” dengan baik (meski kurang sempurna) tanpa ada suatu halangan yang dapat menyulitkan kita semua.
            Laporan ini disusun melalui beberapa tahapan, yakni dari browsing, buku panduan, dan juga menggunakan jasa layanan Internet sampai laporan  ini selesai dibuat. Laporan  ini dapat terselesaikan oleh saya berkat bantuan dari guru dan teman-teman yang tidak henti-hentinya memberikan motivasi kepada saya selaku penulis.
            Tak lupa kami selaku penulis ingin mengucapkan terimakasih kepada :
                  ~ Bapak Suyuti selaku guru pengajar fisika , dan
                  ~ Teman-teman yang telah memberikan motivasi hingga laporan ini terselesaikan
            Dari permasalahan yang telah kita bahas, semoga kita lebih mengetahui dan mempermudah kita dalam mempelajari medan magnet di sekitar kawat penghantar berarus listrik tersebut sehingga kita semua dapat mengambil hikmah dari tugas yang kami kerjakan. Semoga permasalahan yang kami selesaikan dapat bermanfaat bagi kita semua dan menjadikan suatu hal yang dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari.


                                                                                                                        TTD


Penulis



MEDAN MAGNET DI SEKITAR KAWAT PENGHANTAR BERARUS LISTRIK
BAB I
PENDAHULUAN
1.1   Latar Belakang
Magnet berasal dari kata magnesia, yaitu sebuah nama kota kuno yang sekarang bernama Manisa di wilayah barat Turki, dimana sekitar 2500 tahun lalu kota ini telah ditemukan batu-batuan yang dapat menarik partikel-partikel besi. Sekarang kita mengenal berbagai magnet buatan, baik yang bersifat permanen maupun yang bersifat sementara.
Seperti halnya listrik, magnet juga dapat menimbulkan suatu medan yang disebut medan magnetic, yaitu suatu ruang disekitar magnet yang masih terpengaruh gaya magnetic. Pada tahun 1269, berdasarkan hasil eksperimen, Pierre de Maricourt menyimpulkan bahwa semua magnet bagaimanapun bentuknya terdiri dari dua kutub, yaitu kutub utara dan kutub selatan. Kutub-kutub magnet ini memiliki efek kemagnetan paling kuat di bandingkan bgian magnet lainnya. Bentuk medan magnet dapat diamati dengan menabuurkan serbuk besi secara merata di atas karton yang bagian bawahnya diberi sebuah magnet batang. Sedangkan arah medan magnet didefinisikan sebagai arah yang ditunjukkan oleh kutub utara megnet jarum ketika ditempatkan di sekitar magnet. Dengan demikian, secara sederhana medan magnetic dapat dinyatakan dengan garis-garis khayal yang keluar dari kutub utara dan masuk ke kutub selatan yang disebut garis-garis medan magnetic atau garis-garis gaya magnetic. Medan magnetic selain ditimbulkan oleh arus listrik dalam suatu penghantar baik pada penghantar lurus, penghantar melingkar, maupun pada kumparan.
1.2   Tujuan Praktikum
Mengamati keadaan jarum kompas di sekitar kawat berarus listrik









BAB II
KAJIAN TEORI

2.1 Kajian Teori
                Pada tahun 1820, seorang ilmuwan Denmark bernama Hans Christian Oersted telah mengamati hubungan antara kelistrikan dan kemagnetan ketika melakukan percobaan yang menunjukkan bahwa jarum kompas dibelokkan oleh arus listrik. Kemudian hasil ini ditindaklanjuti oleh Jean Baptiste Biot, Felix Savart, dan Andre Marie Ampere. Oleh karena itu pada bagian ini kita akan menerapkan hukum Biot-Savart dan hukum ampere untuk menentukan kuat medan magnetic atau induksi magnetic di sekitar arus listrik.
Biot dan Savart adalah orang pertama yang menyelidiki besar induksi magnetic yang ditimbulkan oleh penghantar  berarus. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa kontribusi induksi magnetic dB pada suatu titik P berjarak r dan bersudut αterhadap elemen penghantar dl yang dialiri arus I
Metode lain untuk menghitung induksi magnetic yang dihasilkan oleh arus listrik adalah dengan menggunakan hukum ampere. Hukum ampere ini akan sangat berguna apabila diterapkan untuk menghitung induksi magnetic pada penghantar yang memiliki tingkat simetri tinggi dan induksi magnetiknya homogeny, misalnya pada penghantar lurus yang panjang dan pada teroida. Secara umum perhitungan induksi magnetic akan dilakukan dengan menggunakan hukum Bio-Savart, dan sebagai perbandingan juga akan digunakan hukum ampere.
Besar induksi magnetic yang ditimbulkan oleh penghantar lurus berarus dapat diperoleh dari hukum Biot-Savart maupun hukum ampere, sedangkan arah induksi magnetic ditentukan berasarkan kaidah tangan kanan.












BAB III
METODE

3.1 Alat dan Bahan
- kompas kecil
- Kawat Kumparan
- Kamera
- Baterai
- Kabel
3.2 Cara Kerja
 1. Susunlah rangkaian seperti gambar
 




3. Hibungkan baterainya
5. Balik baterinya
7. buat kesimpulan






BAB IV
HASIL PENGAMATAN

  1. Susunan rangkaian



Pada tahap ini, rangkaian telah di pasangi baterai berjumlah 1 buah, dimana kutub negative berada di sebalah kanan dan kutub positif berada di sebelah kiri. Dan selanjutnya , rangkaian mulai disusun sebagaimana susunan yang telah ditetapkan. Selanjutnya,  kawat kumparan telah di pasang pada paku yang telah di tancapkan, dan kabelnya pun telah disambungkan dengan kawat kumparannya. Saat ini kompas sudah berada di tempatnya dan siap dialiri arus listrik melalui kabel yang telah dihunungkan dengan baterai dan kawat kumparan.
Ini adalah gambar dimana kompas masih dalam keadaan normal dan di sekitarnya belum dialiri arus listrik
 


Model ini adalah dimana kabel telah dihubungkan dengan arus listrik dari baterai, yang dimana, sebelah kanan adalah kutub negative baterai, sedangkan sebelah kiri adalah kutub positive baterai



Dari pemberian arus listrik disekitar kompas, ditunjukkan bahwa arah kompas menyimpang akibat adanya arus listrik



Selanjutnya  adalah tahap dimana arus listriknya di putar, dengan membalikkan posisi baterai, dari posisi awal kutub negative sebelah kanan dan positive sebelah kiri, menjadi kutb positive sebelah kanan dan kutub negative sebelah kiri. Setelah arah beterai di balik, hasilnya adalah arah kompas berbanding terbalik atau berlawanan arah  dari arah kompas sebelum baterainya di balik.
 



Tabel Hasil Percobaan 
NO
Jenis kawat ( cm )
Arah arus
penyimpangan
keterangan
1
1
u-s
30o

2
2
25 o

3
3
10 o

4
1
 s-u
30 o

5
2
20 o

6
3
10 o


















BAB V
KESIMPULAN

5.1 Kesimpulan

-          Percobaan diatas menunjukkan bahwa adanya hubungan antara kelistrikan dan kemagnetan yang ditandai dengan menyimpangnya jarum kompas akibat arus listrik.
-          Bergesernya arah kompas dipengaruhi oleh arus listrik dan arah arus listriknya








Tidak ada komentar:

Posting Komentar