|
الرَّحِيمِ الرَّحْمَنِ
اللَّهِ بِسْمِ
|
LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA
MEDAN MAGNET DI SEKITAR KAWAT
PENGHANTAR BERARUS LISTRIK
DI
S
U
S
U
N
OLEH
KELOMPOK 5
XII.IA.LC
1.
ADHE PUSPITA MEISYA
2.
ANDI ADRINA AMANDA
3.
SAHRI WAHYUNI
4.
A.NURUL MU’AWYAH
5.
MARNA
6.
NUR RAHMA
7.
ASRIANI
الرَّحِيمِ الرَّحْمَنِ اللَّهِ بِسْمِ
KATA PENGANTAR
Puji
syukur kita panjatkan atas kehadiran Tuhan YME yang telah memberikan segala
rahmat serta hidayah-Nya kepada kita
sehingga dapat menyelesaikan tugas membuat laporan FISIKA dengan judul “ medan magnet
di sekitar kawat penghantarberarus listrik ” dengan baik (meski kurang
sempurna) tanpa ada suatu halangan yang dapat menyulitkan kita semua.
Laporan ini disusun melalui beberapa tahapan, yakni dari browsing, buku
panduan, dan juga menggunakan jasa layanan Internet sampai laporan ini selesai dibuat. Laporan ini dapat terselesaikan oleh saya berkat
bantuan dari guru dan teman-teman yang tidak henti-hentinya memberikan motivasi
kepada saya selaku penulis.
Tak lupa kami selaku penulis ingin mengucapkan terimakasih kepada :
~ Bapak Suyuti selaku guru pengajar fisika , dan
~ Teman-teman yang telah memberikan motivasi hingga laporan ini terselesaikan
Dari permasalahan yang telah kita bahas, semoga kita lebih mengetahui dan
mempermudah kita dalam mempelajari medan magnet di sekitar kawat
penghantar berarus listrik tersebut sehingga kita semua dapat mengambil hikmah dari
tugas yang kami kerjakan. Semoga permasalahan yang kami selesaikan dapat bermanfaat
bagi kita semua dan menjadikan suatu hal yang dapat kita terapkan dalam
kehidupan sehari-hari.
TTD
Penulis
MEDAN MAGNET DI SEKITAR KAWAT PENGHANTAR BERARUS
LISTRIK
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Magnet
berasal dari kata magnesia, yaitu sebuah nama kota kuno yang sekarang bernama
Manisa di wilayah barat Turki, dimana sekitar 2500 tahun lalu kota ini telah
ditemukan batu-batuan yang dapat menarik partikel-partikel besi. Sekarang kita
mengenal berbagai magnet buatan, baik yang bersifat permanen maupun yang
bersifat sementara.
Seperti
halnya listrik, magnet juga dapat menimbulkan suatu medan yang disebut medan
magnetic, yaitu suatu ruang disekitar magnet yang masih terpengaruh gaya
magnetic. Pada tahun 1269, berdasarkan hasil eksperimen, Pierre de Maricourt
menyimpulkan bahwa semua magnet bagaimanapun bentuknya terdiri dari dua kutub,
yaitu kutub utara dan kutub selatan. Kutub-kutub magnet ini memiliki efek
kemagnetan paling kuat di bandingkan bgian magnet lainnya. Bentuk medan magnet
dapat diamati dengan menabuurkan serbuk besi secara merata di atas karton yang
bagian bawahnya diberi sebuah magnet batang. Sedangkan arah medan magnet
didefinisikan sebagai arah yang ditunjukkan oleh kutub utara megnet jarum
ketika ditempatkan di sekitar magnet. Dengan demikian, secara sederhana medan
magnetic dapat dinyatakan dengan garis-garis khayal yang keluar dari kutub
utara dan masuk ke kutub selatan yang disebut garis-garis medan magnetic atau
garis-garis gaya magnetic. Medan magnetic selain ditimbulkan oleh arus listrik
dalam suatu penghantar baik pada penghantar lurus, penghantar melingkar, maupun
pada kumparan.
1.2
Tujuan Praktikum
Mengamati
keadaan jarum kompas di sekitar kawat berarus listrik
BAB II
KAJIAN TEORI
2.1 Kajian
Teori
Pada tahun
1820, seorang ilmuwan Denmark bernama Hans Christian Oersted telah mengamati
hubungan antara kelistrikan dan kemagnetan ketika melakukan percobaan yang
menunjukkan bahwa jarum kompas dibelokkan oleh arus listrik. Kemudian hasil ini
ditindaklanjuti oleh Jean Baptiste Biot, Felix Savart, dan Andre Marie Ampere.
Oleh karena itu pada bagian ini kita akan menerapkan hukum Biot-Savart dan
hukum ampere untuk menentukan kuat medan magnetic atau induksi magnetic di
sekitar arus listrik.
Biot dan
Savart adalah orang pertama yang menyelidiki besar induksi magnetic yang
ditimbulkan oleh penghantar berarus. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa
kontribusi induksi magnetic dB pada suatu titik P berjarak r
dan bersudut αterhadap elemen penghantar dl yang dialiri arus I
Metode lain
untuk menghitung induksi magnetic yang dihasilkan oleh arus listrik adalah
dengan menggunakan hukum ampere. Hukum ampere ini akan sangat berguna apabila
diterapkan untuk menghitung induksi magnetic pada penghantar yang memiliki
tingkat simetri tinggi dan induksi magnetiknya homogeny, misalnya pada
penghantar lurus yang panjang dan pada teroida. Secara umum perhitungan induksi
magnetic akan dilakukan dengan menggunakan hukum Bio-Savart, dan sebagai
perbandingan juga akan digunakan hukum ampere.
Besar
induksi magnetic yang ditimbulkan oleh penghantar lurus berarus dapat diperoleh
dari hukum Biot-Savart maupun hukum ampere, sedangkan arah induksi magnetic
ditentukan berasarkan kaidah tangan kanan.
BAB III
METODE
3.1 Alat dan
Bahan
- kompas kecil
- Kawat
Kumparan
- Kamera
- Baterai
- Kabel
3.2 Cara
Kerja
1.
Susunlah rangkaian seperti gambar
3. Hibungkan
baterainya
5. Balik
baterinya
7. buat
kesimpulan
BAB IV
HASIL PENGAMATAN
- Susunan rangkaian
Pada tahap
ini, rangkaian telah di pasangi baterai berjumlah 1 buah, dimana kutub negative
berada di sebalah kanan dan kutub positif berada di sebelah kiri. Dan
selanjutnya , rangkaian mulai disusun sebagaimana susunan yang telah ditetapkan.
Selanjutnya, kawat kumparan telah di
pasang pada paku yang telah di tancapkan, dan kabelnya pun telah disambungkan
dengan kawat kumparannya. Saat ini kompas sudah berada di tempatnya dan siap
dialiri arus listrik melalui kabel yang telah dihunungkan dengan baterai dan
kawat kumparan.
Ini adalah gambar dimana kompas masih dalam keadaan
normal dan di sekitarnya belum dialiri arus listrik
Model ini
adalah dimana kabel telah dihubungkan dengan arus listrik dari baterai, yang
dimana, sebelah kanan adalah kutub negative baterai, sedangkan sebelah kiri
adalah kutub positive baterai
Dari
pemberian arus listrik disekitar kompas, ditunjukkan bahwa arah kompas
menyimpang akibat adanya arus listrik
Selanjutnya adalah tahap dimana arus listriknya di putar,
dengan membalikkan posisi baterai, dari posisi awal kutub negative sebelah
kanan dan positive sebelah kiri, menjadi kutb positive sebelah kanan dan kutub
negative sebelah kiri. Setelah arah beterai di balik, hasilnya adalah arah
kompas berbanding terbalik atau berlawanan arah dari arah kompas sebelum
baterainya di balik.
Tabel Hasil Percobaan
|
NO
|
Jenis kawat ( cm )
|
Arah arus
|
penyimpangan
|
keterangan
|
|
1
|
1
|
u-s
|
30o
|
|
|
2
|
2
|
25 o
|
|
|
|
3
|
3
|
10 o
|
|
|
|
4
|
1
|
s-u
|
30 o
|
|
|
5
|
2
|
20 o
|
|
|
|
6
|
3
|
10 o
|
|
BAB V
KESIMPULAN
5.1
Kesimpulan
-
Percobaan diatas menunjukkan bahwa adanya hubungan antara kelistrikan dan
kemagnetan yang ditandai dengan menyimpangnya jarum kompas akibat arus listrik.
-
Bergesernya arah kompas dipengaruhi oleh arus listrik dan arah arus listriknya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar